Sunday, 3 July 2011

150 Jam Main Game Raih Rekor MURI


Jurnas.com | LOMBA ketahanan bermain game selama 150 jam tanpa jeda yang digelar Gamer Xtreme (GX) di Bandung berhasil meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). "Penghargaan diberikan oleh pihak MURI, Jaya Suprana kepada panitia sebagai bentuk apresiasi terobosan lamanya waktu permainan yang berhasil ditempuh peserta tahun ini," kata Mengki Mangarek, busines development manager GX, Sabtu malam.

Menurutnya, meski target yang dipatok 150 jam, namun penyelenggara ternyata berhasil menembus rekor waktu terpanjang bertahan bermain game selama 168 jam. "Rekor tahun pertama sebanyak 125 jam pernah diraih di Bandung dan rekor tahun kedua 125 jam diselenggarakan di Yogyakarta," kata Mengky Mangarek.

Ia mengatakan keistimewaan 150 jam bermain game nonstop tersebut karena peserta berhasil menggabungkan teknik bermain dengan tetap menjaga konsentrasi, keahlian memenangkan permainan serta menjaga daya tahan tubuh secara bersamaan. "Acara yang berlangsung selama 8 hari penuh sejak tanggal 25 Juli hingga 2 Juli ini diikuti 800 peserta untuk kategori perorangan dan tim serta disaksikan sebanyak 80 ribu penonton," tutur Mengky.

Ketua panitia, Erwin Ignatius menjelaskan sistem penilaian untuk menentukan jadi pemenang melalui pengambilan slot tiga jam dan peraturannya peserta yang didominasi para gamer tidak boleh istirahat, makan, merokok selama mengambil slot. "Selama pertandingan kami selalu menyediakan tim medis untuk mengecek kondisi fisik peserta. Pada hari pertama dan kedua bertahan sementara hari ketiga dan kelima beristirahat tiga hingga enam jam. Pada hari terakhir, mereka tidak mengambil waktu istirahat," terang Erwin.

Antusiasme peserta dan penonton menyukseskan pencapaian rekor Muri tahun ini, tambah Erwin, membuat panitia berencana menggelar kegiatan serupa di Jakarta dan kota besar lainnya di Indonesia. "Kami melihat potensi Gamer di Indonesia sangat besar karena game juga mampu mengalirkan enegri positif sehingga kami akan menggelar lomba game berskala nasional pada kesempatan lainnya," jelas Erwin.

No comments:

Post a Comment